sistem endokrin

Kep Klinik X (Sistem Endokrin)

 

Paulus Subiyanto

Materi Pertemuan I

Materi Pokok :

1. Pengantar Endokrinologi

2. Hormone dan pengaturannya oleh hipotalamus

Sub Materi :

1.Pengantar endokrinologi
2.Mekanisme kerja hormonal
3.Kelenjar hipofisis serta hub dg hipotalamus
4.Kelenjar hipofisis anterior
5.Fungsi-fungsi fisiologis hormon pertumbuhan
6.Kelenjar hipofisis posterior
7.Pengukuran konsentrasi hormon dalam darah

 

Materi ….

Waktu : 1×100 menit (6 Maret 2012 Pkl. 16.00-17.40)

Penilaian :

Kognitif : Ujian lisan dan atau tulis

Sikap : lembar observasi, wawancara, angket dan

pernyataan

Pengantar endokrinologi

Empat Sistem yang berperan dalam komunikasi :

1.Sistem Saraf
2.Sistem endokrin
3.Sistem parakrin dan autokrin
4.Sistem imun
àBekerja saling bergantung
à

Batasan endokrinologi : ilmu yang mempelajari tentang hormon dan efek fisiologisnya serta dengan berbagai faktor lain yang mengontrol sintesis hormon, sekresinya ke dalam darah, serta inaktivasi dan penguraiannya (terutama di hati, dan di ekskresikan melalui feses dan urin)

Sistem Komunikasi Tubuh

 

Sistem Imun

Apa yang terjadi Ketika Anda Di Kejar Anjing ???

 

 

Sintesis Hormon

Pada primata tingkat tinggi ditemukan lebih dari 100 macam hormon

Tempat sintesis normal : hipotalamus, kelenjar hipofise anterior dan posterior, korteks dan medula adrenal, gonad, plasenta, dan sel tertentu di saluran cerna, otak dan miokardium.

Hormon juga dihasilkan oleh neoplasma non-endokrin (pembentukan hormon ektopik)

 

 

 

 

Sistem endokrin (Kelenjar)

 

Hormon (molekul pengatur )

 

Aliran darah

 

Target organ (mempunyai protein reseptor khusus terhadap hormon)

 

Metabolisme dan perkembangan sel-sel tubuh atau sistem tubuh

NB : tiap hormon mempunyai pengaruh pada satu atau lebih jaringan/organ sasaran

 

 

 

 

Hipotalamus dan Hipofise

 

Hipotalamus dan Hipofise

Hipotalamus dan Hipofise

Sistem Endokrin

 

 

 

AKTIVITAS UTAMA HORMON

AKTIVITAS UTAMA HORMON

AKTIVITAS UTAMA HORMON

AKTIVITAS UTAMA HORMON

Antidiuretik Hormon (ADH)

ADH

ADH terikat oleh reseptor V2 di kapiler sel ductus à mengaktifasi adenylate cyclase à meningkatkan cyclic AMP à mengaktifasi protein kinase di sel luminal à phosphorylates membrane protein à meningkatkan permeabilitas sel membrane terhadap air

Peran Renin, Aldosterin, dan ADH (vasopresin) dalam mempertahankan volume darah

Pengukuran Kadar Hormon

KADAR GROWTH HORMON
Nilai normal 10 p.g ml baik pada anak dan orang dewasa. Pada bayi dibulan-bulan pertama kelahiran nilai ini meningkat kadarnya. Spesimen adalah darah vena lebih kurang 5 cc. Persiapan khusus secara fisik tidak ada.

KADAR TIROID STIMULATING HORMON (TSH)
Nilai normal 6-10 1.1.g/ml. Dilakukan untuk menentukan apakah gangguan tiroid bersifat primer atau sekunder. Dibutuhkan darah lebih kurang 5 cc. Tanpa persiapan secara khusus.

 

 

Pengukuran Kadar Hormon

KADAR ADRENOKARTIKO TROPIK (ACTH)
Pengukuran dilakukan dengan test supresi deksametason. Spesimen yang diperlukan adalah darah vena lebih kurang 5 cc dan urine 24 jam.

Persiapan
1. Tidak ada pembatasan makan dan minum
2. Bila klien menggunakan obat-obatan seperti kortisol atau antagonisnya dihentikan lebih dahulu 24 jam sebelumnya.
3. Bila obat-obatan harus diberikan, lampirkan jenis obat dan dosisnya pada lembaran pengiriman spesimen
4. Cegah stres fisik dan psikologis

Pengukuran Kadar Hormon

Pelaksanaan
1. Klien diberi deksametason 4 x 0,5 ml/hari selama-lamanya dua hari
2. Besok paginya darah vena diambil sekitar 5 cc
3. Urine ditampung selama 24 jam
4. Kirim spesimen (darah dan urine) ke laboratorium.

Hasil Normal bila;
* ACTH menurun kadarnya dalam darah. Kortisol darah kurang dari 5 ml/dl
* 17-Hydroxi-Cortiko-Steroid (17-OHCS) dalam urine 24 jam kurang dari 2,5 mg.

PENGUKURAN Kadar Hormon

Cara sederhana dapat juga dilakukan dengan pemberian deksametasaon 1 mg per oral tengah malam, baru darah vena diambil lebih kurang 5 cc pada pagi hari dan urine ditampung selama 5 jam. Spesimen dikirim ke laboratorium. Nilai normal bila kadar kortisol darah kurang atau sama dengan 3 mg/dl dan eksresi 17 OHCS dalam urine 24 jam kurang dari 2,5 mg.

 

 

Pengukuran Kadar Hormon

Pemeriksaan Diagnostik pada Kelenjar Tiroid
Up take Radioaktif (RAI)
Tujuan Pemeriksaan adalah untuk mengukur kemampuan kelenjar tiroid dalam menangkap iodida

Persiapan
* Klien puasa 6-8 jam
* Jelaskan tujuan danm prosedur

Pengukuran Kadar Hormon

Pelaksanaan
* Klien diberi Radioaktoif Jodium (I131) per oral sebanyak 50 microcuri.
Dengan alat pengukur yang ditaruh diatas kelenjar tiroid diukur radio
aktif yang tertahan.
* Juga dapat diukur clearence I131 melalui ginjal dengan mengumpulkan urine selama 24 jam dan diukur kadar radioaktiof jodiumnya.

Banyaknya I131 yang ditahan oleh kelenjar tiroid dihitung dalam persentase sebagai berikut:
* Normal: 10-35%
* Kurang dari: 10% disebut menurun, dapat terjadi pada hipotiriodisme.
* Lebih dari: 35% disebut meninggi, dapat terjadi pada tirotoxikosis atau pada defisiensi jodium yang sudah lama dan pada pengobatan lama hipertiroidisme.

Pengukuran Kadar Hormon

T3 dan T4 Serum
Persiapan fisik secara khusus tidak ada. Spesimen yang dibutuhkan adalah darah vena sebanyak 5-10 cc.
* Nilai normal pada orang dewasa: Jodium bebas: 0,1-0,6 mg/dl T3: 0,2-0,3 mg/dl

Ta: 6-12 mg/dl
* Nilai normal pada bayi/anak: T3: 180-240 mg/dl

Pengukuran Kadar Hormon

Up take T3 Resin
Bertujuan untuk mengukur jumlah hormon tiroid (T3) atau tiroid binding globulin (TBG) tak jenuh. Bila TBG naik berarti hormon tiroid bebas meningkat. Peningkatan TBG terjadi pada hipertiroidisme dan menurun pada hipotiroidisme. Dibutuhkan spesimen darah vena sebanyak 5 cc. Klien puasa selama 6 – 8 jam.
* Nilai normal pada:
Dewasa: 25-35% uptake oleh resin Anak: Pada umumnya tidak ada

Pengukuran Kadar Hormon

Protein Bound Iodine (PBI)
Bertujuan mengukur jodium yang terikat dengan protein plasma. Nilai normal 4-8 mg% dalam 100 ml darah. Specimen yang dibutuhkan darah vena sebanyak 5-10 cc. Klien dipuasakan sebelum pemeriksaan 6-8 jam.

Pemeriksaan Diagnostik pada Kelenjar paratiroid
Percobaan Sulkowitch
Dilakukan untuk memeriksa perubahan jumlah kalsium dalam urine, sehingga dapat diketahui aktivitas kelenjar paratiroid. Percobaan dilakukan dengan menggunakan Reagens Sulkowitch. Bila pada percobaan tidak terdapat endapan maka kadar kalsium plasma diperkirakan antara 5 mg/dl. Endapan sedikit one white cloud) menunjukkan kadar kalsium darah normal (6 ml/d1). Bila endapan banyak, kadar kalsium tingg:.
Persiapan
* Urine 24 jam ditampung
* Makanan rendah kalsium 2 hari herturut-turut

Lanjutan ….

Pelaksanaan
* Masukkan urine 3 ml ke dalam tabung (2 tabung)
* Kedalam tabung pertama dimasukkan reagens sulkowitch 3 ml, tabung kedua hanya sebagai kontrol

Pembacaan hasil secara kwantitatif:
Negatif (-): Tidak terjadi kekeruhan
Positif (+): Terjadi kekeruhan yang halus
Positif (+ +): Kekeruhan sedang
Positif (+ + +): Kekeruhan banyak timbul dalam waktu kurang dari 20 detik
Positif (+ + + +): Kekeruhan hebat, terjadi seketika

Lanjutan …

Percobaan Ellwort-Howard
Percobaan didasarkan pada diuresis pospor yang dipengaruhi oleh parathormon.

Cara Pemeriksaan
Klien disuntik dengan paratharmon melalui intravena kemudian urine di-tampung dan diukur kadar pospornya. Pada hipoparatiroid, diuresis pospor bisa mencapai 5-6 x nilai normal.
Pada hiperparatiroid, diuresis pospornya tidak banyak berubah.

Lanjutan

Percobaan Kalsium intravena
Percobaan ini didasarkan pada anggapan bahwa bertambahnya kadar serum kalsium akan menekan pembentukan paratharmon. Normal bila pospor serum meningkat dan pospor diuresis berkurang. Pada hiperparatiroid, pospor serum dan pospor diuresis tidak banyak berubah. Pada hipoparatiroid, pospor serum hampir tidak mengalami perubahan tetapi pospor diuresis meningkat.

Pemeriksaan Diagnostik pada Kelenjar Pankreas
Pemeriksaan Glukosa
Jenis pemeriksaannya adalah gula darah puasa. Bertujuan untuk menilai kadar gula darah setelah puasa selama 8-10 jam

Nilai normal:
Dewasa: 70-110 md/d1 Bayi: 50-80 mg/d
Anak-anak: 60-100 mg/dl

Lanjutan …

Persiapan
* Klien dipuasakan sebelum pemeriksaan dilakukan
* Jelaskan tujuan prosedur pemeriksaan

Pelaksanaan
* Spesimen adalah darah vena lebih kurang 5 s/d 10 cc
* Gunakan anti koagulasi bila pemeriksaan tidak dapat dilakukan segera
* Bila klien mendapat pengobatan insulin atau oral hipoglikemik untuk sementara tidak diberikan
* Setelah pengambilan darah, klien diberi makan dan minum serta obatobatan sesuai program.

Lanjutan ….

Gula darah 2 jam setelah makan. Sering disingkat dengan gula darah 2 jam PP (post prandial). Bertujuan untuk menilai kadar gula darah dua jam setelah makan. Dapat dilakukan secara bersamaan dengan pemeriksaan gula darah puasa artinya setelah pengambilan gula darah puasa, kemudian klien disuruh makan menghabiskan porsi yang biasa lalu setelah dua jam kemudian dilakukan pengukuran kadar gula darahnya. Atau bisa juga dilakukan secara terpisah tergantung pada kondisi klien.

 

Pengukuran Kadar Hormon

Pemeriksaan Diagnostik pada Kelenjar Adrenal
Pemeriksaan Hemokonsentrasi darah
Nilai normal pada:
Dewasa wanita: 37-47% Pria: 45-54%
Anak-anak: 31-43%
Bayi: 30-40%
Neonatal: 44-62%

Tidak ada persiapan secara khusus. Spesimen darah dapat diperoleh dari perifer seperti ujung jari atau melalui pungsi intravena. Bubuhi antikoagulan ke dalam darah untuk mencegah pembekuan.

Pengukuran Kadar Hormon

Pemeriksaan Elektrolit Serum (Na, K , CI), dengan nilai normal:
Natrium: 310-335 mg (13,6-14 meq/liter) Kalium: 14-20 mg% (3,5-5,0 meq/liter) Chlorida: 350-375 mg% (100-106 meq/liter)
Pada hipofungsi adrenal akan terjadi hipernatremi dan hipokalemi, dan sebaliknya terjadi pada hiperfungsi adrenal yaitu hiponatremia dan hiperkalemia. Tidak diperlukan persiapan fisik secara khusus.

Pengukuran Kadar Hormon

Percobaan Vanil Mandelic Acid (VMA)
Bertujuan untuk mengukur katekolamin dalam urine. Dibutuhkan urine 24 jam. Nilai normal 1-5 mg. Tidak ada persiapan khusus.

Stimulasi Test
Dimaksudkan untuk mengevaluasi dan mendeteksi hipofungsi adrenal. Dapat dilakukan terhadap kortisol dengan pemberian ACTH. Stimulasi terhadap aldosteron dengan pemberian sodium.

Sekresi Hormon Wanita

Kapan Ovulasi Terjadi ??

Materi Pertemuan V (7 Maret 2012)

Materi Pokok :

Biokimia pada system endokrin

 

Referensi :

Diane S. Colby, PhD. Harper Biochemistry : A Synopsis, alih bahasa Drs. Med. Adji Dharma. Jakarta. EGC, 1988

Marks & Marks & Smith, Basic Medical Bichemistry : A Clinical Approach. Alih bahasa dr. Brahm U. Pendit, Sp. KK. Jakarta EGC.2000

HORMON

Adalah pesan kimia yang disintesis pada sel-sel khusus (dalam konsentrasi rendah : rentang pikomolar sampai mikromolar) dan di transport ke sel sasaran yang jauh letaknya melalui darah untuk mengkoordinasi aktivitas berbagai jaringan dalam tubuh.

Suatu jaringan merupakan sasaran untuk hormon tertentu hanya jika jaringan tersebut mengandung protein reseptor spesifik yang mengikat hormon dan menimbulkan respon selular

 

 

Contoh :

 

Hormon seks dapat mengaktifkan kelenjar sebasea, pertumbuhan kelenjar mammae, perubahan aliran darah dermal, pelepasan lemak dari adiposit

MSH menstimulasi melanosit pada kulit

Pertumbuhan tulang diatur oleh beberapa hormon dengan membantu mobilisasi calcitonin dan calcium

Pada sistem otot, hormon menyesuaikan metabolisme otot, produksi energi dan pertumbuhan

Pada sistem saraf, hormon mempengaruhi metabolisme neural, pengaturan keseimbangan cairan/elektrolit, membantu reproduksi hormon yang mempengaruhi perkembangan SSP dan perilaku

Pada sistem cardiovascular dibutuhkan hormon yang mengatur produksi sel darah merah, meningkatkan dan menurunkan tekanan darah,

 

 

 

Hormon

Dua cara pengaturan oleh hormon :

1.dengan mengatur aktivitas protein yang sudah

ada dalam sel pada saat kerja hormonal

2.   dengan mengatur aktivitas sintesis atau

degradasi protein

Kedua respon tersebut mengubah kapasitas enzimatik sel :

1.Pertama berlangsung cepat (dalam beberapa menit)
2.Kedua, lebih lambat (berjam-jam atau berhari-hari)

 

 

Sistem endokrin (Kelenjar)

 

Hormon (molekul pengatur )

 

Aliran darah

 

Target organ (mempunyai protein reseptor khusus terhadap hormon)

 

Metabolisme dan perkembangan sel-sel tubuh atau sistem tubuh

NB : tiap hormon mempunyai pengaruh pada satu atau lebih jaringan/organ

sasaran

 

 

 

Klasifikasi Kimiawi Hormon

Berdasarkan aktivitasnya terhadap target organ

1.Polar ( larut dalam air) : tidak dapat melewati membran plasma
2.Non-polar (larut dalam lemak = liphopilic hormones) : dapat secara langsung masuk ke dalam sel target, seperti hormon steroid dan hormon tiroid

 

 

Klasifikasi Hormon

1.Polipeptida (senyawa yang berasal dari asam amino). Selalu polar
2.Amin (derivat dari asam amino tirosin dan triptofan). Meliputi hormon yang disekresi oleh medula adrenal : epinefrin, norepinefrin, kelenjar tiroid: T3 dan T4), dan kelenjar pineal. Kebanyakan polar dan beberapa non polar
3.Glikoprotein (ikatan polipeptida dan kabohidrat). Misalnya : FSH dan LH, hCG, TSH
4.Steroid ( terdapat lipids derivat dari cholesterol), meliputi hormon testosterone, estradiol, progesterone, and cortisol. (non polar, they pass through the cell membrane and meet up with a receptor in the nucleus or just outside in the cytoplasm) : hormon korteks adrenal, hormon gonad

Hormon Utama Dalam Tubuh

 

 

 

 

 

Sintesis Hormon Tiroid

Mekanisme Kerja Hormon Steroid

 

Mekanisme Kerja Hormon Glucagon

 

 

Materi Pertemuan II (8 Maret 2012)

Materi Pokok :

Hormone metabolic tiroid

Hormone adrenokortikal

Sub Materi :

Sifat kimia dari sekresi adrenokortikal

Fungsi mineralokortikoid-aldosteron

Fungsi glukokartikoid

Androgen adrenal

Kelainan sekresi adrenokortikal

Pembentukan dan sekresi hormone tiroid

Fungsi hormone tiroid

Pengaturan sekresi hormone tiroid

Kelainan kelenjar tiriod

 

AKTIVITAS UTAMA HORMON

AKTIVITAS UTAMA HORMON

Koteks Adrenal

Berperan penting pada keadaan stres

Sekresinya dibawah kendali hipofise anterior : adrenocorticotrophic-hormone (ACTH)

Korteks Adrenal

Koteks adrenal mensekresi hormon-hormon steroid derivat dari kolesterol di bawa dalam aliran darah ke seluruh jaringan tubuh. Terdapat tiga klas hormon adrenal :

 

1. Mineralokortikoid khususnya aldosteron dan deoxycorticosterone dgn aktifitas utama di tubulus ginjal à meningkatkan retensi Na (dengan air dalam pertukaran ion Kalium dan Hidrogen, misal pada peningkatan kehilangan ion K dan H)

 

Korteks Adrenal

2. Glukokortikoid khususnya cortisol (hydrocortisone) dan corticosterone menyebabkan katabolisme protein. Asam amino dibentuk dan digunakan untuk membuat glukosa di hati sehingga terjadi peningkatan kadar glukosa darah. Dikenal sebagai anti-insulin, anti-inflamasi, dan anti-alergi. Diperlukan untuk aktifitas nor-adrenalin dalam pembuluh darah, dan menurunkan sirkulasi eosinofil

3. Androgen khususnya dehydroepiandrosterone dan androstenedione (estrogen diproduksi dari bahan ini dalam sirkulasi darah, meningkatkan anabolisme protein dan pertumbuhan : anabolik steroid, mempunyai pengaruh minor pada fungsi reproduksi)

 

AKTIVITAS UTAMA HORMON

 

 

 

 

 

 

 

 

AKTIVITAS UTAMA HORMON

Materi Pertemuan III(13 Maret 2012)

Materi Pokok

Insulin, glucagon dan diabetes Melitus

Sub Materi

Insulin dan efek metaboliknya

Glucagon dan fungsinya

Somatostatin dan efeknya

Pengaturan kadar glukosa dalam darah

Diabetes Melitus

Hiperinsulinisme

AKTIVITAS UTAMA HORMON

 

Pankreas : Pulau-pulau Langerhans

Pulau-pulau langerhans hanya 1-2% dari jaringan pancreatic. Mengandung 4 tipe sel : sel α (secresi glukagon), sel β (sekresi insulin), sel δ (sekresi somatostatin), sel F (sekresi polypeptida pankreas : tidak diketahui fungsinya)

Anatomi Pankreas

Anatomi Pankreas

Pankreas : Pulau-pulau Langerhans

Sekresi hormon pankreas dikendalikan oleh mekanisme mpan balik negatif dengan kadar GLUKOSA DARAH

Gangguan Pada Kelenjar Pankreas

Atrofi pulau langerhans à tidak ada INSULIN à DIABETES MELLITUS

 

 

 

 

Obesitas dan Diabetes

 

KADAR GLUKOSA DARAH

 

Materi Pertemuan IV(14 Maret 2012)

Materi Pokok

Hormone paratiroid, kalsitonin,

Metabolism kalsium dan fosfat, vitamin D, tulang dan gigi

Sub Materi

Kalsium dan fosfat dlm cairan ekstraseluler dan plasma

Fungsi Vit D

Tulang dan hubungan dg kalsium dan fosfat ektraseluler

Hormone paratiroid

Kalsitonin

Pengaturan konsentrasi ion kalsium

Fisiologi kelenjar paratiroid dan penyakit tulang serta gigi

Distribusi Cairan Tubuh

Distribusi Cairan Tubuh

Komposisi Ion Cairan Tubuh

 

AKTIVITAS UTAMA HORMON

 

 

 

Parathormon, 1,25-dihydroxycholecalciferol (1,25-DHCC) dan aktifitas calcitonin di ginjal dan usus halus menjaga ion kalsium agar tetap konstan (diperlukan untuk kepekaan rangsang yang normal di otot dan saraf serta untuk koagulasi darah)

Materi Pertemuan VI (16 Maret 2012)

Materi Pokok

Patologi Pada Sistem Endokrin

Sub Materi

Gangguan kelenjar Hipofisis

Gangguan kelenjar tiroid

Gangguan metabolism kalsium

Pancreas : metabolism glukosa dan diabetes mellitus

Korteks adrenal: gangguan hipersekresi

Korteks adrenal : gangguan hiposekresi

Hipofungsi Hipofise Anterior

Dwarfisme (rendahnya produksi hormon pertumbuhan)

Hiperfungsi Sel Somatothrop
Hipofise Anterior

Gigantisme (produksi hormon pertumbuhan yang berlebihan)

Hiperfungsi Sel Corticotroph Hipofise

Overaktifitas (sering karena tumor) dari sel corticotroph hipofise anterior à Cushing,s Syndrom

 

 

Panhipopituitarism

Hipofise Posterior

Hipofungsi Hipofise Posterior

Hipotiroidisme

Terjadi jika tiroid menjadi atrofi atau mengalami kerusakan sel-sel yang mensekresi hormon atau mengalami tidak adekuatnya stimulus oleh hormon yang dilepaskan kelenjar hipofise anterior atau hipofise

 

 

 

 

 

 

Dwarfisme (hipotiroidsme pada masa bayi)

 

Gangguan Akibat kekurangan Yodium (GAKY)

 

 

Hipertiroidisme = Penyakit Grave,s

Terjadi peningkatan sekresi hormon tiroid, pembesaran kelenjar tiroid (Goiter), dan bola mata menonjol keluar (exopthalmus). Disebabkan oleh produksi antibodi (TSI=Thyroid-Stimulating Immunoglobulin) yang melawan sel-sel tiroid pasien sendiri. TSI bekerja seperti TSH dan terjadi pelepasan hormon-hormon tiroid (T3 & T4) yang berlebihan

Hipertiroidisme

Goiter (pembesaran kelenjar tiroid)

Exsoftalmus (tanda Hipertiroidisme)

 

Hipoparatiroidisme

Hiperparatiroidisme

Gangguan Pada Kelenjar Pankreas

Atrofi pulau langerhans à tidak ada INSULIN à DIABETES MELLITUS

 

 

 

KADAR GLUKOSA DARAH

 

Parthways Diabetes

 

 

Fondasi & Pilar Pengendalian Diabetes

 

 

Hipofungsi Korteks Adrenal

Terjadi karena atrofi korteks adrenal (kadang2 terjadi dengan penyakit yang merusak kelenjar : TBC, Cancer) à produksi semua corticoids tidak adekuat

1.Pengaruh penurunan mineralocorticoid

 

 

 

Addison,s Desease

Hipofungsi Korteks Adrenal

3. Pengaruh Penurunan Glucocorticoid

Hiperaktifitas Korteks Adrenal

Overaktifitas atau tumor pada korteks adrenal dapat menyebabkan overproduksi sebagian atau semua hormon corticoids

 

1. Overproduksi Aldosteron                                     Aldosteronisme primer

Hiperaktifitas Korteks Adrenal

 

 

Hiperaktifitas Korteks Adrenal

Medula Adrenal

Adrenalin (Medula Adrenal)

Pada kondisi istirahat, darah mengandung sedikit adrenalin. Pada saat  terjadi kondisi Awas-waspada (Fight or Flight) yang menstimulasi serabut saraf SIMPATETIK ditandai :

 

Virilism (produksi androgen yang berlebihan pada wanita)

 

 

 

 

 

 

Acromegaly (Produksi hormon pertumbuhan setelah masa pertumbuhan selesai)

Acromegaly

Acromegaly

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s