neurologi

AUTISME PADA ANAK

OLEH :

 ATIK BADI’AH, S.Pd, S.Kp, M.Kes

PENGERTIAN   AUTISME

Gangguan pervasif pada anak yang mengakibatkan gangguan atau kendala pada bidang kognitif, emosi, perilaku dan kendala yang paling menyolok adalah interaksi sosial dan komunikasi

Gangguan atau kelainan otak yang mengakibatkan hilangnya atau berkurangnya kemampuan seseorang untuk berkomunikasi, berhubungan dengan sesama dan memberi tanggapan terhadap lingkungannya

PENYEBAB   AUTISME

Belum diketahui dengan pasti

Faktor utama — faktor genetik (20 – 30 %)

Faktor lingkungan

Faktor neurobiologis

Faktor prenatal — infeksi intra uterine (TORCH), komplikasi kehamilan

GEJALA  AUTISME

Tidak mampu menjalin interaksi sosial yang cukup memadai

Kontak mata sangat kurang

Ekspresi muka datar, afek tumpul

Gerak-gerik kurang tertuju

Tidak bisa bermain dengan teman sebaya

Tidak bisa merasakan apa yang dirasakan orang lain

Kurangnya hubungan sosial

Lanjutan gejala ……

Bicara terlambat

Tak ada usaha untuk mengimbangi komunikasi dengan orang lain

Sering menggunakan bahasa yang aneh-aneh atau diulang-ulang

Cara bermain kurang variatif, kurang imajinatif dan kurang bisa meniru

Terpaku pada suatu kegiatan yang rutinitas dan tak ada gunanya

Lanjutan  gejala …….

Mempertahankan pada satu minat atau lebih dengan cara sangat khas dan berlebih-lebihan

Ada gerakan yang aneh yang khas dan diulang-ulang

Sangat terpukau pada bagian-bagian benda

Sulit dalam mengembangkan bahasa

Bahasa tidak jelas dan sulit dipahami

Tidak bisa terjadi komunikasi dua arah

 

Lanjutan  gejala …..

Perilaku repetitif, restriktif dan obsesif — gerakan diulang-ulang ; tepuk-tepuk tangan, mengepak-kepak, tangan melambai-lambai, waktu duduk pinggangnya maju-mundur, goyang-goyang, memegang-megang telinga, menggoyangkan benda yang dipegangnya

Komunikasi non verbal juga ada gangguan, kurang mengunakan bahasa tubuh waktu komunikasi

Menolak pada mainan yang baru

Lanjutan  gejala ….

Tak peduli dengan anak disekitarnya

Senang bermain sendiri berjam-jam

Asik dengan mainan tertentu

Duduk menyenangi tempat yg sama, kalau diubah akan marah

Sering disertai gejala hiperaktif, agresif, impulsif, destruktif dan hipersensitif

Sering ada gejala epilepsi dan retardasi mental berat

Kemampuan  Intelegensi

Kemampuan intelegensi anak autisme bervariasi — IQ rendah, rata-rata sampai cerdas atau ber IQ tinggi

75 % anak autismeber IQ di bawah rata-rata

Anak autisme kadang menunjukkan kemampuan yang tinggi dalam bidang tertentu

Pemeriksaan IQ pada anak autisme sangat sulit, tidak bisa sekali selesai

Potensi anak Autisme

Kemampuan anak autisme sangat baik

Dapat mengoperasikan peralatan elektronik ; komputer, VCD player, PS

Kemampuan unggul dalam berhitung, mengingat, seni musik atau melukis

Kesempatan belajar anak autisme harus terbuka seluas-luasnya

Mengenal emosi anak Autisme

Anak autisme memiliki ragam perasaan ; gembira, sedih, takut, kesal, marah, mudah frustasi

Ekspresi emosi anak autisme kadang tidak sesuai dengan perilaku yg diharapkan lingkungan ; ada tamu ke rumah, cenderung bersembunyi di dalam kamar

Terbatas dalam memahami emosi — cemburu dan cinta

PENANGANAN  AUTISME

Dilakukan secara terpadu dari dokter, psikolog, perawat, ahli gizi, guru di sekolah, occupational terapis, speech terapis dan orang tua.

Perlunya konseling genetik sebelum menikah

Orang tua harus siap menghadapi kelahiran anaknya dengan berbagai kemungkinan yang terjadi

Lanjutan penanganan ……

Orangtua disiapkan sedini mungkin untuk mengerti dan dapat menilai tumbuh kembang & melakukan deteksi sedini mungkin kelainan pada anaknya

Perlu memberikan “reward & punishment”

Reward — perhatian, pujian, suasana menyenangkan bagi anak

Hukuman — bukan dihukum secara fisik tapi menghilangkan hal-hal yang menyenangkan bagi anak ; mengisap jempol

Lanjutan penanganan …….

Disiplin, konsisten dan konstan (rutin) merupakan kunci keberhasilan pada anak

Sikap tegas dan  tidak kasar pada anak

Kasih sayang orang tua, guru dan terapis sangat utama diperlukan

Terapi perilaku secara individual — perlu dianalisis potensi kemampuannya, kecenderungan emosinya, kebiasaan, kegemaran dan manifestasi  perilakunya.

Lanjutan penanganan ….

Kreatifitas dan kesabaran dari orang tua, perawat, psikolog, psikiater,guru dan terapis sangat penting agar dapat melakukan variasi dan modifikasi yang sesuai dengan kondisi anak.

Terapi perilaku dapat diaplikasikan bersamaan dengan metode lain atau terapi lain selama tidak bertentangan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s