neurologi

ASKEP KLIEN DENGAN WAHAM
Oleh Ina Karlina, S.Kep., Ns
DEFINISI WAHAM
Adalah suatu keyakinan yang salah yang dipertahankan secara kuat/terus-menerus namun tidak sesuai dengan kenyataan.
Keyakinan seseorang yang berdasarkan penilaian realitas yang salah.
Merupakan bentuk gangguan isi pikir.
Waham dibangun atas unsur-unsur yang tidak berdasarkan logika
Individu tidak mau melepaskan wahamnya, walaupun telah tersedia cukup bukti-bukti yang objektif tentang kebenaran itu.
Biasanya waham digunakan untuk mengisi keperluan atau keinginan-keinginan dari penderita itu sendiri.
WAHAM

Suatu cara untuk memberikan gambaran berbagai problem diri atau tekanan-tekanan yang ada dalam kepribadian :

a.Keinginan yang tertekan
b.Kekecewaan dalam berbagai harapan
c.Perasaan rendah diri
d.Perasaan bersalah
e.Keadaan yang memerlukan perlindungan terhadap ketakutan.
FAKTOR PREDISPOSISI
Biologis
Gangguan perkembangan dan fungsi otak (sistem syaraf pusat) :
1.Hambatan perkembangan otak : kortek frontal, temporal dan limbik.
2.Pertumbuhan dan perkembangan prenatal, perinatal, neonatus dan kanak-kanak.  FAKTOR PREDISPOSISI
Psikososial:Keluarga, pengasuh dan lingkungan klien sangat mempengaruhi respon psikologis dari klien.

Sikap atau keadaan yang dapat mempengaruhi seperti penolakan dan kekerasan.

FAKTOR PREDISPOSISI

c. Sosial Budaya
Kehidupan sosial budaya dapat pula mempengaruhi timbulnya waham seperti kemiskinan.

Konflik sosial budaya (peperangan, kerusuhan, kerawanan) serta kehidupan yang terisolasi dan stress yang menumpuk.

FAKTOR PRESIPITASI
Riwayat penganiayaan fisik / emosional, perlakuan kekerasan dari orang tua, tuntutan pendidikan yang perfeksionis, tekanan, isolasi, permusuhan, perasaan tidak berguna ataupun tidak berdaya.
TANDA GEJALA berdasarkan TINGKAT PERAWATAN
Waham dengan perawatan minimal:
1.Berbicara dan berperilaku sesuai dengan realita
2.Bersosialisasi dengan orang lain
3.Mau makan dan minum
4.Ekspresi wajah tenang.
Waham dengan perawatan parsial
1.Iritable
2.Cenderung menghindari orang lain
3.Mendominasi pembicaraan
4.Bicara kasar
Waham dengan perawatan total
1.Melukai diri dan orang lain
2.Menolak makan / minum obat karena takut diracuni
3.Gerakan tidak terkontrol
4.Ekspresi tegang
5.Iritable
6.Mendominasi pembicaraan
7.Bicara kasar
8.Menghindar dari orang lain
9.Mengungkapkan keyakinannya yang salah berulang kali
10.Perilaku bizar
JENIS WAHAM

Untuk menentukan jenis waham perlu

Dilakukan observasi prilaku :

Wahamkebesaran

Meyakini bahwa ia memiliki kebesaran atau kekuasaan khusus, diucapkan berulang kali tetapi tidak sesuai dengan kenyataan.

Contoh : “Saya ini cucunya Bung Karno lho ..” atau “ Saya punya show room mobil..”

JENIS WAHAM
Waham curiga

Meyakini bahwa ada seseorang atau

kelompok yang berusaha merugikan /

mencederai dirinya, diucapkan berulang

kali tetapi tidak sesuai dengan kenyataan

Contoh : “Saya tahu semua saudara saya

berniat mencelakakan saya karena mereka iri

dengan kesuksesan saya”

JENIS WAHAM
Waham agama

Memiliki keyakinan terhadap suatu agama secara berlebihan, diucapkan berulang kali tetapi tidak sesuai dengan kenyataan.

Contoh : “Saya ini calon penghuni surga, jadi tidak boleh sembarangan bertindak”

 

n
nJENIS WAHAM
nWaham somatik

Meyakini bahwa tubuh atau bagian tubuhnya terganggu/terserang penyakit, diucapkan berulang kali tetapi tidak sesuai kenyataan.

Contoh : “Ada tumor ganas di kepala saya” setelah dilakukan pemeriksaan tidak ditemukan tanda-tanda adanya tumor, namun klien terus mengatakan bahwa di kepalanya ada tumor.

nJENIS WAHAM
nWaham nihilistik

Meyakini bahwa dirinya sudah tidak ada di dunia/meninggal, diucapkan berulang kali tetapi tidak sesuai kenyataan.

Contoh : “Ini khan alam kubur tho, semua yang ada di sini adalah roh-roh.”

 

nPANDUAN PENGKAJIAN WAHAM
1.Apakah klien memiliki pikiran/isi pikir yang berulang-ulang diungkapkan & menetap ?
2.Apakah klien takut terhadap objek atau situasi tertentu, atau apakah klien cemas secara berlebihan tentang tubuh atau kesehatannya ?
3.Apakah klien merasakan benda-benda disekitarnya aneh dan tidak nyata ?
nPANDUAN PENGKAJIAN WAHAM
5.Apakah klien merasa diawasi atau dibicarakan orang lain ?
6.Apakah klien berpikir bahwa pikiran atau tindakannya dikontrol oleh orang lain atau kekuatan dari luar ?
7.Apakah klien menyatakan bahwa ia memiliki kekuatan fisik atau kekuatan lainnya atau yakin bahwa orang lain dapat membaca pikirannya ?
nDIAGNOSA KEPERAWATAN
nGangguan proses pikir

 

 

RENCANA KEPERAWATAN

nTupan :

klien tidak mengalami gangguan proses pikir & berfungsi optimal

n RENCANA KEPERAWATAN
nTupen :
nMengingat masalah di masa lalu
nMeningkatkan kesadaran terhadap lingkungan
nMengenal wahamnya
nMampu mengontrol waham
nMampu mempertahankan konsentrasi
nMeningkatnya kesadaran klien terhadap identitas personal, waktu dan tempat
nMendapat dukungan keluarga
n
n
nINTERVENSI KEPERAWATAN
nLatihan mengingat (Memory Training)
nStimulasi Kognitif (Cognitive Stimulation)
nManajemen Delusi (Delusion Management)
nFasilitasi kebutuhan belajar (Learning Facilitation)
nOrientasi Realita (Reality Orientation)
nTingkatkan keterlibatan keluarga (Family Involvement Promotion)
n

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s