pendidikan kewarganegaraan

•OTONOMI DAERAH
•TANGGAL 8 Juni 2010
• Ben S. Galus
Otonomi Daerah
Desentralisasi
1.Makna Otonomi Daerah sbg jawaban atas sentralisasi kekuasaan
2.Mendekatkan pelayanan publik
3.Memperbaiki kinerja pemda
4.Membantu menyelesaikan masalah nasional dan daerah
5.Mengurangi kepadatan dan kemacetan administrasi dlm pemerintahan nasional
6. Mengurangi beban pemerintah nasional dlm menangani permasalahan bgs
7.Sebagai arena pembelajaran berpolitik dan berpemerintahan di tingkat daerah utk mempersiakan kader yg berkualitas utk tampil ditingkat nasional
8.Bermanfaat bg peningkatan kualitas berdemokrasi, berpemerintahan dan berpembangunan di tingkat daeraH.

9. Misi yang diemban oleh Otonomi Daerah

–Penguatan masyarakat lokal dlm rangka kapasistas demokrasi di tingkat lokal
–Pengembalian martabat dan harga diri drh yg sdh sekian lama dimarginalkan
–Kewenangan, seberapa besar kewenangan yg dimiliki drh
•Mengapa Perlu Desentralisasi/Otda
1.Peningkatan efisiensi dan efektifitas penyelengagraan pemerintahan
2.Sebagai wahana pendidikan politik
3.Dalam rangka memelihara keutuhan NKRI
4.Utk mewujudkan demokrasi dalam penyelenggaraan pemerintahan
5.Memberikan peluang bg masy utk mbtk karir dibidang politik dan pemerintahan
6.Sebagai wahan untuk memberikan peluang bg masy utk berpartisipasi dlm proses pembangunan dan pelaks pemerintahan
7.Sbg sarana utk mempercepat pemb di drh
8.Utk mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berwibawa
•Ciri-ciri khas Otda
•Demokrasi dan demokratisasi
•Mendekatkan pemerintan dengan rakyat (titik berat otda adalah kabupaten/kota)
•Otonomi luas dan nyata kecuali 5 hal yaitu:
–keuangan dan moneter
–Politik luar negeri
–Keagamaan
–peradilan
5. No mandate without funding
6. Penguatan rakyat melalui DPRD
•Otonomi dan Peluang Kerjasama
1.Otonomi dan Peluang Kerjasama
2.Meningkatkan partisipasi masyarakat dlm perumusan  pembangunan
3.Penyelenggaraan pemerintahan akan lebih akuntabel terhadap masyarakat
4.Memberi peluang kepada investor atau lembaga internasional untuk berinvestasi
5.Para investor memberi banyak pilihan
6.Setiap daerah berlomba memperbaiki  tata kelola pemerintahannya yg lebih efisien  bg para investor
7.Mendorong pemerintah daerah utk mengembangkan inovasi
8.Memberi peluang kerjasama antardaerah yang saling menguntungkan
8.Untuk menguatkan kapasitas tawar menawar daerah utk menyediakan arena bagi drh utk membangun jaringan (networking governance) dgn aktor2 lainnya
•Manfaat Kerjasama antar Daerah
1.Menjadi forum interaksi dan dialog antar aktor drh utk membicarakan perenacanaan suatu program atau pencegahan potensi konflik sera penangan persoalan bersama
2.Untuk membangun aksi bersama utk mendukung penerapan efisiensi dan standarisasi pelayanan antar daerah

 

3. menjadi instrumen utk mendorong pengembangan ekonomi di sautu wilayah
4.Mendorong pengelolaan lingkungan dan penanggulangan dampak lingkungan yg menjadi masalah bersama antar daerah
5.Meningkatkan kapasita drh dlm penyelenggaraan pemerintah drh.
•Fungsi Kerjasama antar Daerah
1.Membangun sinergi antara daerah
2.Memperkuat bergaining terhadap pusat
3.Menjadi forum penyelesaian masalah dan penciptaan peluang utk pengembangan daerah
•Faktor Pendukung Kerjasama
1.Adanya keinginan bersama
2.Adanya komunikasi yang efektif antar daerah
3.Adanya transparansi dlm pembuatan keputusan
4.Adanya pelembagaan dalam kerjasama
5.Adanya kapasitas utk berbagai pengalaman
•Prinsip2 Kerjasama
•Kemitraan sejajar
•Sinergi dan saling menguntungkan
•Berbagi kebutuhan
•Keterlibatan anggota dan kepemilikan
•Fleksibel
•Memperoleh jaminan dukungan antara daerah
•Efektif
•Akuntabel dan transparan

Diskusikan

1.Otonomi dan persepektif kesehatan
2.Otonomi dan dinamika kehidupan demokrasi (pilkada)
3.Otonomi dan perspektif pendidikan
4.Otonomi dan perspektif ekonomi
5.Otonomi dan perspektif kerjasama
6.Otonomi dan perspektif birokrasi
Polstrahankamnas

Tanggal 24 Juni 2010

1.Doktrin, Doktrin Hankamnas yang ditetapkan dalam rangka pembinaan Pelaks. Hankamnas adalah doktrin Hankamnas dan doktrin perjuangan ABRI Catur Dharma Eka Karma

Menurut doktrin Hankamrata “ keselamatan negara dan bgs ditentukan oleh”: faktor rakyat, yakni rakyat yang patriotik, militan, terlatih dan tersusun baik, kualitas rakyat dlm arti mental/jiwa, organisasi serta keterampilannya ditentukan oleh kualitas dr inti kekuatan Hankamnas yi ABRI

 

•Lanjutan..

2. Wawasan Nasional, wawasan yang dianut dlm doktrin Hankamnas ialah Wanus, berintikan kekompakan, kesatuan dan persatuan serta integrasi antarpemerintah, Angkatan Bersenjatan dan Rakyat

3. Sistem Hankamrata, merupakan  perpaduan serasi sistek dan sissos yg dirumuskan dan disusun bersbr pada falsafah hidup bangsa, pengalaman perjuangan dan kondisi serta situasi negara dan bangsa shg sissos tsb benar-benar dimengerti dihayati oleh bangsa indonesia, agar sissos tsb mrp sistem senjata yg ampuh dan cocok disamping sistek.Bagi Indo Sistek masih lemah, disebabkan karena:

 

–belum memiliki industri dan skill yang layak
–Masih banyak tergantung kepada negra lain
–Masa peralihan sosial budaya yang masih rawan

 

 

 

•Lanjutan…

4. Geografi

•Terletak antardua benua
•Terletak antardua samudra
•Garis pantai yang panjang
•Ribuan pulau
•Laut teritorial mjd alur pelayaran internasional
•Wilayah udara yang bisa dilalui oleh banyak negara
•Wilayah perbatasan yang blm bisa berkembang
•Kepadatan penduduk di drh ttt
•Perkembangan sosial ekonomi—-kemiskinan, penyakit
•Lanjutan..

5. Manusia (the man behind the gun)

– mentalitas yg baik

– kesehatan fisik yang baik

– moral yg baik

– jiwa karsa yang tebal

– integrai ABRI dan rakyat

– pendidikan

– idenitas nasional

•lanjutan

6. Masyarakat

– masy yang tertib, cinta perdamaian

7. Material

-Industri angkatan perang yang baik

-sinkronisasi antarindustri pertahanan dg industri sipil

– ketergantungan logistik luar negeri

– pemeliharaan peralatan kurang baik

•Lanjutan…

8. Ekonomi

-Tingkat pertumbuhan ekonomi masih rendah

-investasi luar negeri guna mendorong pertumbuhan ekonomi

-Anggarn Hankamnas masih rendah

•Lanjutan…

8. Iptek

– Iptek masih sangat ketinggalan

-Iptek mempengaruhi kemapuan Hankamnas

9. Manajemen

-Tingkat kemampuan manajerial masih rendah dgn sarana dan penget manajemen yang masih sangat sederhana

•Lanjutan..

-sistem manajemen POAC masih rendah

10. Pengaruh luar neger

-AS

– RRC

-Jepang

– Negara-negara ASEAN

Sesuai pol LN yang bebas aktif, pol Hankamnas adalah:

1.Defensih aktif untuk pertahan
2.Prevensif aktif untuk keamanan
•Lanjutan..

11. Kepemimpinan

– Kepemimpinan nasional yg kuat dan berwibawa akan sangat mempengaruhi Tannas

•Bahaya yg mengancam Hankamnas
1.Perang umum

– agresi pihak lawan utk menguasasi wil Indonesia

2. Perang Terbatas

3. Perang Revolusioner atau Perang Pembebasan Nasional

Infiltrasi, penetrasi, subversi sampai pada kerusuhan dan pemberontak senjata

4. Cara kekerasan lainnya, misalnya terror, penculikan

•Pembangunan dan Penggunaan Kekuatan
1.Tujuan Pembangunan Hankamnas

-mewujudkan daya tangkal

-Menggalang kekuatan rakyat utk menolak serangan dari dlm maupun dari luar  negeri yg membahayakan kelangsungan hidup bgs Indonesia, ideologi Pancasila, serta nilai2 nasional dan integrasi wilayah RI.

•Lanjutan…
1.ABRI sebagai Kekuatan Hankam
2.ABRI sebagai kekuatan sosial

 

2. Sasaran Kekuatan

-Pertahanan dan keamanan yg merata di seluruh wilayah Indonesia

 

•Sasaran Kemampuan Hankamnas
1.Kemampuan intelijen strategik,mlpt:
Ø  Kemampuan menyelidiki, mencakup:
•Kemampuan penginderaan dan penilaian terhadap perkembangan keadaan lingkungan
•Kemampuan survey dan pemetaan
ØKemampuan penggalangan
ØKemampuan pengamanan (mlpt: kemamp lawan intelejen, kemamp lawan infiltrsi dan subversi)
•Lanjutan…

2. Kemampuan Pertahanan, mlpt:

•kemampuan pertahanan udara nasional
•Kemampuan memukul strategik
•Kemampuan peperangan udara
•Kemampuan peperangan laut
•Kemampuan peperangan darat
•Lanjutan…

3. Kemampuan Keamanan

•Kemampuan pengamanan wilayah
•Kemampuan menertibkan masyarakat
•Kemampuan penegakan hukum
•Kemampuan penindakan gangguan keamanan
•Kemampuan penyelamatan masyarakat
•Kemampuan pembinaan wilayah
•Lanjutan..

Sasaran Program

1.Sub sektor kekuatan pertahanan
2.Sub sektor kekuatan keamanan
3.Sub sektor dukungan umum
4.Sub sektor bakti ABRI
•Lanjutan…
•Penggunaan Kekuatan
1.Persuasi
2.Ancaman langsung
3.penghancuran
•Usia harapan
•71 th negara industri
•Asia 55 th
•Afrika 43 th
•Angka kematian bayi 25 per mil (per 100 orang) di negara maju
•Data statis WHO
•75 % penduduk desa dan 25% pend kota di dunia ketiga tdk mempunyai akses air bersih
•Setengah penduduk kota dan 90% pend desa hidup tanpa fasilitas saluran pembuangan air limbah
•Malnutrisi dan infeksi mrp dua penyeba kematian di neg berkembangh
•UNICEF 250.000 anak mati setiap minggu krn malnutrinis dan infeksi
•5,6 juta anak di dunia mati karna infeksi spt campak tetanus atau batuk rejan
•SISTEM HANKAMRATA

Sejarah Pertahanan Keamanan indonesia

1.Pengantar
ØMempertahan Ideologi Pancasila
ØCita-cita kemerdekaan Indonesia:1) melindungi bangsa Indonsia dr seluruh tumpah darah Indonesia, 2) Mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia, 3) Memajukan Kesejahtraan umum, 4) ikut serta melaksanakan ketertiban dunia yg berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial
2.Kurun Waktu 1945 – 1950
1.Kurun Waktu 1945 – 1950
•Mempertahankan negara proklamasi terhadap tentara sekutu yang membantu bercokolnya kembali Belanda di Indonesia dan terhadap ancaman kekuatan militer Bld yang ingin memaksakan dan mengembalikan kekuasaan di Indonesia)
•Menegakan kembali kedaulatan Belanda di Indonesia, dengan memaksakan keinginannya terhadap rakyat dan pemerintah Indonesia
•Perjanjian Linggarjati, Cirebon 12 November 1946 tidak mencapai kata sepakat
•Pada tgl 21 Juli 1947 Belanda melancarkan operasi militernya yg disebut “aksi polisional”, atau sering disebut “perang kemerdekaan I” atau agresi milter Belanda I.

Tujuan Agresi militer Belanda:

1. Ingin menguasai kembali Ind
2.Untuk menguasai kota2 sbg pusat admnistrasi dan pemerintahan serta kota pelabuhan penting di Jawa dan Sumatra agar putus hub dgn dunia luar
•Karena ada perlawan dari TNI dan rakyat maka posisi Belanda semakin terdesak, maka Belanda melakukan perjanjian yang dikenal dengan Renvile ( Kapal perang AS), yang sedang berlabu di pelabuhan Jakarta.
•Isi Perjanjian Revile: “menetapkan diterimanya tuntutan phk Bld, agar pem. Indonesia mengosongkan kantong2 dlm arti menarik pasukan bersenjata yg bergerilya dan/ unsur pem.darurat di drh pendudukan Bld”
•Situasi krisis politik, eko., militer yg melanda Ind. kesempatan ini dipakai oleh klpk radikal dg melakukan Pemberontakan yg didalangi oleh PKI/Muso di  Madiun September 1948.
•19 September 1948 Bld menambah pasukannya dari Bld, dgn kekuatan 100.000 org. Bld melancarkan Agresi militernya  yg mrp “aksi polisional II” atau dikenal dgn pernang kemerdekaan II.
•Karena Bld tidak mampu menguasai Ind., akhir Bld mengakui kedaulatan dan kekuasaan pem. Indo di seluruh wil. bekas jajahannya di kep. Nusantara. Pengakuan kedaulatan oleh Bld dan secara resmi dikukuhkan dalam KMB (27 Des. 1949 di Den Hag negeri Bld.

2. Kurun Waktu 1950 – 1965

1)Gerakan Darul Islam dgn Tentara Islam Indonesia (TII)-nya melancar “aksi teror” terhadap penduduk yg tidak berdosa di Jabar, dgn tujuan mendirikan negara islam indonesia, dan memproklamasikan pd tgl 9 Agustus 1949 oleh Sukarmaji Marijan Kartosuworyo yang menolak dan tidak mengakui negara RI.
–Gerakan DI/TII DI Makasar dipimpin oleh Kahar Muzakar
–Gerakan DI/TII di Aceh dipimpin oleh Daud Beureueh

2. Gerakan teror Angkatan Perang Ratu Adil (APRA), di Bandung Jabar 23 Jan 1953 dipimpin oleh Kapten Reymond Westerling yang menolak pembubaran negara Pasundan

3. Pemberontakan Andi Azis 4 April 1950 di Makasar, yang menuntut status dan perlakukan khusus dari pemeritah RIS

4. Gerak Sparatis RMS dipimpin oleh Robet Steven Soumokil yg bertj. Mendirikan negara RMS

5. Gerakan Pemerintah Revolusioner Rep Ind ( PRRI) yang diproklamirkan oleh Kolonel Achmad Husein di Sumatra Barat dan Perjuangan Semesta di (Permesta) di Sulut yang dipimpin oleh ventje Samuel.

Semua gerakan tsb di atas diumpas habis karena sistem Hankamrata Indonesia begitu kuat, pertanyaannya:

Jelaskan pengertian pokok Hankamrata?

3. Faktor Lingkungan yg mempengaruhi sistem Hankamrata.

1. Faktor Geografi

– dua benua

– dua samudra

– keragaman suku

– wilayah penyangga atau tempat pertemuan                  beberapa negara yg slg berkepentingan

– Garis pantai yang panjang

– Beribu-ribu pulau besar dan kecil

2. Demografi

3. Sumber Alam

•Hakekat dan Bentuk Perang Dewasa Ini, 1 Juli 2010
1.Hakekat Perang

Menurut Clausewitz “perang adalah suatu kelanjutan dari politik dgn cara2 lain, yakni dgn menggunakan “kekerasan senjata” (weapon Violence) yaitu menonjonya peranan angkatan bersenjata sbg sarana utk menyelesaikan persengketaan, tanpa mengecilkan peranan kekuatan lainnya spt politik, ekonomi, psikologi, dsbnya.

Perang dalam arti positif:

•Mempengaruhi sejarah peradapan manusia
•Terjadinya akulturasi antarbudaya atau terhapusnya kebudayaan yang lama utk digantikan kebudayaan baru
•Pengembangan ilmu iptek yg bermanfaat bagi kehidupan manusia di masa damai
•Perang dewasa ini tdk hanya merupakan persoalan pimpinan atau ahli2 perang tp sdh menjadi persoalan seluruh rakyat, hal ini disebabkan karena:

1. perubahan dalam sistem nilai dan  persepsi mengenai moral

2.Perkembangan teknologi perang dg ditemukannya senjata nukliK

3. Perkembangan iptek yg mempercepat hubungan antarbangsa tanpa batas di bidang politik,, ekonomi, sosbud

4. Tumbuhnya kesadaran nasional dan demokrasi

Paham Bangsa Indonesia Terhadap Perang

•Pembukaan UUD45

– Bangsa yg cinta damai

– mencitai kemerdekaan

-menyelesaikan persengkataan dg dami

-menghormati kedaulatan neg lain

– Perang mrp jalan terakhir bagi   penyelesaian masalah

Spektrum (Bentuk) Perang

1.Perang Dingin
–tidak menggunakan angkatan bersenjata secara langsung
–Menggunakan pemanfaatan cara, alat dan kebutuhan ideologi, politik, ekonomi,

psikologi, teknologi,  sosial dan alat2 lain utk mencapai tujuan nasionaL

2. Perang Terbatas

–  membatasi tujuan,alat dan kekuatan     angkatan bersenjata, serta membatasi   drh   di mana perang itu dilakkan
–Pegerahan satuan yang relatif kecil

3. Perang Umum

•  suatu persengketaan bersenjata antar dua negara adikuasa scr langsung yg melibatkan negara2 sekutu
•Tidak ada pembatas peralatan perang

4. Perang Revolusioner

– menggunakan kekuatan rakyat sendiri

– adanya dukungan rakyat

– Menggunakan massa rakyat

– tidak menggunakan peralatan modern

•Perkembangan Sistem Hankamrata
Tanggal 11 Mei 2009
1.Perang Gerilya Rakyat Semesta
•Kekuatan polisional Belanda yang unggul
•Kekuatan persenjataan Belanda (darat dan udara) yang begitu kuat
2.Perang Wilayah
–Pengiriman beberapa personil ke berbagai  lembaga pendidikan militer utk mempelajari strategi militer di beberapa negara
–Menggunakan peralatan modern dan sistem peralayan modern

3. Perang Rakyat Semesta

–Perang dengan menggunakan kekuatan ABRI dan rakyat
–Pengintegrasian antara kekuatan rakyat dan ABRI

4. Prinsip Doktrin Hankamrata

–Hankamrata mrp pengerahan seluruh kekuatan nasional scr total dan integral
–Hankamrata mencakup seluruh potensi rakyat

Pola Dasar Operasi Hankamrata

–Pola operasi keamanan dalam negeri
–Pola operasi pertahanan dalam rangka menjamin kemerdekaan dan kedaulatan negara

Bentuk Organisasi Hankamrata

–Wanra (perlawanan rakyat)
–Kamra (keamanan rakyat semesta
–Linmas (pengendalian masyarakat),Hansip, mrp organisasi yg bersifat swadaya dan swakarsa
•Pola Penggunaan Kekuatan Hankamrata
1.Pola oprasi pertahanan

adalah semua operasi dlm rangka menjamin kemerdekaan dan kedaulatan negara thdp serangan atau ancaman nyata dr negara lain

2. Ciri-ciri

•Dilaksanakan oleh ABRI dan dibantu oleh Polisi dan hankamrata
•Dilaksanakan atas dsr satu strategi pertahanan scr nasional
•Operasi pertahan dilakukan scr terpusat

Penggolangan Operasi Pertahanan

1.Operasi Defensif Strategis, dilaksanakan bila perbandingan kekuatan perang musuh dgn kekuatan perang kita  sedemikian rupa shg tdk memungkinkan melakukan operasi ofensif strategis

Operasi defensi strategis bertujuan utk mengubah perbandingan kekuatan perang musuh dgn kita shg kmd kita dapat beralih pada operasi ofensif strategis

2. Operasi ofensif strategis dilaksanakan dgn operasi udara, laut dan darat, yg berlandaskan pada:

1.Terpeliharanya kekuatan nasional
2.Tetap terpeliharanya perwujudan kepulauan nusantara

Diskusikan berikut ini

1.Ketahanan negara dan lemahnya semangat nasionalisme
2.Ketahanan Negara dan Wawasan Kebangsaan warga negara
3.Ketahanan Nasional dan globalisasi
4.Ketahanan nasional (negara) dan gejala disintegrasi bangsa

3. ABRI sebagai kekuatan inti dan rakyat sbg kekuatan dasar

4. Kedudukan doktrin Hankamrata mrp salah satu doktrin pelaksanaan dari doktrin perjuangan ABRI dan doktrin Hankamnas.

 

  REKONSTRUKSI NASIONALISME 
   MENUJU INDONESIA BARU

Dasar Pemikiran….

Globalisasi telah mengakibatkan …

Adanya ketergantungan antar negara/bangsa dengan permasalahan kompleks yg menuntut pendekatan dr berbagai aspek

Berkembangnya suatu standarisasi yg sama dlm kehidupan diberbagai bidang, terlepas dr  sistem ideologi / sistem sosial yg dianutnya

Pandangan thd tata nilai kemasyarakatan bergeser dgn mencari format baru sesuai kebutuhan yg kekinia

….lanjutan akibat globalisasi

Terjadi perubahan / perkembangan tata nilai budaya bangsa yg dilihat dr cara berfikir, tindakan, kebiasaan, penampilan, nilai & keyakinan, norma, interaksi & komunikasi, dll.

Perubahan visi, orientasi, dan persepsi thd nilai-nilai universal seperti : HAM, demokrasi, keadilan, kebebasan, lingkungan hidup, dsb.

Kondisi Negara RI

1.Sedang dalam upaya melepaskan dari multi krisis (poleksosbud).
2.Sejak reformasi 1998 : Menata ulang tata kehidupan menuju yang diidamkan (Tata pemerintahan dan penguatan Civil Society).
3.Mengendurnya semangat juang kepahlawanan
4.Rentan terhadap terjadinya perubahan dalam segala aspek kehidupan, termasuk disintegrasi bangsa. (Pelanggaran / menipisnya terhadap nilai-nilai Kebangsaan)

Tahap pembinaan persatuan Indonesia/ pembentukan nasionalisme

1.Perasaan Senasib
2.Kebangkitan Nasional 1908
3.Sumpah Pemuda 1928
4.Proklamasi 1945

 

Penuh nilai & semangat kepahlawanan :

rela berkorban, pantang menyerah, kebersamaan,

religius, kesederhanaan, kebangsaan, dll.

Tanpa pernah mempersoalkan suku apa, agama apa,

Era sesudah merdeka ..

Mulai luntur pemahaman ikatan kebangsaan, terjadinya konflik internal : separatisme, antar parpol.

Kegagalan elite politik mencapai kesepakatan tentang ideologi negara di Konstituante (1957) : berarti pembubaran eksperimen demokrasi

Lahirnya sistem politik yang otoritarian pada masa Orde lama, yang dilanjutkan Orde Baru yg menjadikan negara sebagai panglima dan ditandai pula dgn banyaknya penyimpangan : KKN

Munculnya gelombang reformasi 1998 membawa harapan baru bagi berkembangnya demokrasi dan perwujudan masyarakat madani, disamping menyisakan juga persoalan yg belum terselesaikan

Era Reformasi…

Reformasi sebagai peluang emas, pintu terbuka bagi sosialisasi & internalisasi nilai-nilai luhur menuju warga negara yang baik (good citizen)

Reformasi menuju good citizen bukanlah hal yang mudah karena luasnya wilayah, beragamnya suku bangsa, tingkat pendidikan yang beragam, kesenjangan kesejahteraan ekonomi, jumlah penduduk yang besar.

Secara teoritis & praktis, lembaga pendidikan memegang peran yang penting dalam merubah masyarakat menuju good citizen.

Ulrich Beck dalam Word Risk Society (2000)

Lima proses yang secara simultan menimpa

masyarakat dunia dewasa ini :

1.Globalisasi
2.Individualisme
3.Revolusi gender
4.Pengangguran
5.Resiko global karena krisis lingkungan & krisis moneter

Membawa ke masyarakat yg penuh resiko (risk soceity)

Masyarakat Masa Depan

•Masyarakat ilmu pengetahuan, kompetisi yg ketat berkaitan dgn kualitas SDM. Dibutuhkan : prestasi, siap pakai, kenggulan kompetitif, efisiensi, dan produktif-inovatif-kreatif dari setiap individu (harus berdaya)
•Masyarakat penuh resiko : Rasa aman hilang karena perubahan politik & kegoncangan ekonomi (ketidakpastian)
•Lingkungan alam yg semakin tidak ramah

 

problem Indonesia …

1.Ketidaksiapan & ketidakmapanan dlm berdemokrasi
2.Memudarnya kehidupan kewargaan & nilai-nilai komunitas : pelanggaran atas hak-hak individu, perusakan fasilitas umum; pelanggaran hukum.

 

3.Merosotnya nilai-nilai toleransi : nilai lokal-tradisionil termarginalisasi; pertikaian antar etnis, agama, parpol; pemaksaan kehendak, tribalisme
4.Memudarnya nilai-nilai kejujuran, kesopanan, & rasa tolong menolong : perjudian, tindakan asusila, perkelahian pelajar, peredaran narkotika

 

lanjutan problem Indonesia…

5. Melemahnya nilai-nilai dalam keluarga

6. Praktek KKN dalam penyelenggaraan pemerintahan

7. Problem ekonomi : krisis moneter, pengangguran, kesenjangan sosial.

8. Pelanggaran terhadap nilai-nilai kebangsaan : gerakan separatisme

Nasionalisme baru …

Pegang erat komitmen dasar : Pancasila

Penekanan pada kebersamaan dari kebhinekaan (multikulturalisme yg indah)

Perangi kemiskinan,  kebodohan, dan ketidakadilan

Bangun dan jaga lingkungan hidup demi kelangsungan dan kelestarian kehidupan

Kuasai iptek dengan dasar religius

 

lanjutan nasionalisme baru…

Ciptakan lapangan kerja : kreatif & inovatif

Taat hukum dan lawan : KKN, narkoba, free sex, pola hidup yg tidak sesuai dgn norma.

Berprestasi sampai ke tingkat internasional

Cintai dan lestarikan tata nilai,  budaya bangsa yang agung & terhormat

 

 

Ingat ….

Suatu bangsa akan survive apabila tetap memelihara persatuan / nasionalisme

Pendidikan nasional menjadi sarana untuk memelihara, mengembangkan, dan menggunakan nasionalisme untuk kelangsungan hidup bangsa dan negara

 

Regenarasi kepemimpinan nasional

Sesuatu yg bersifat alami, pasti terjadi.

Harus dalam rel hukum, berjalan dengan aman, damai, dan semua terpuaskan (demokrasi)

Tujuan : Membawa kemajuan & peningkatan kesejahteraan

Keberhasilannya bukan karena tua atau muda tetapi lebih kepada kesungguhan berkomitmen

Dibutuhkan partisipasi seluruh warga

 

 

Warganegara hrs berpartisipasi

David Miller dalam Community and citizenship (1992) : kewarganegaraan memerlukan prasarat adanya keterlibatan seseorang yang aktif dalam politik, di mana ia ikut menentukan masa depan komunitas dan masyarakatnya.

Keterlibatan aktif itu menyangkut dua hal :

1.Memahami masalah-masalah mutakhir yg menjadi bahan perbincangan
2.Terlibat dlm proses pengambilan keputusan

Potret Generasi Muda

1.Kaum Muda : penuh gejolak, mulai berfikir kritis, penuh ide & pendapat.
2.Akan menjadi penerus bangsa. Citra Indonesia masa depan.

3.  Punya kesempatan untuk meraih kemenangan dalam persaingan global

4.  Tetapi disisi lain, banyak kendala dan tantangan yg harus dihadapi

Globalisasi : sebagai tantangan dan peluang

Budaya kaum Muda …

1.Budaya sandingan (sub-culture) : perilaku & penampilan yg baru : gaya berujar, penggunaan bhs sandi (gaul), dsb.

Bisa seiring dengan realitas sosial budaya.

2.   Budaya tandingan (counter-culture) : Yg menjadi selera & gaya kaum muda pd suatu waktu tetapi anti kemapanan.

Krn merasa “terpinggirkan” biasanya berciri negatif, sikap protes, pembangkangan, dsb.

Tampil berseberangan dgn realitas sosial budaya

Dunia realitas kaum muda..

1.Positif :

Berprestasi : keilmuan, olah raga, seni- budaya; taat asas kemasyarakatan, sadar hukum, kepedulian, religius,  dsb.

2. Negatif :

Tawuran, Narkoba, free seks, Pornografi & pornoaksi, Kemalasan, anti kemapanan, ekstrimisme, dsb.

Masyarakat yg diinginkan…

Masyarakat yg demokratis, yg ditandai dengan

keterlibatan aktif warga negara, hubungan egaliter atau

kesejajaran, saling percaya & toleran, solidaritas yg

sehat, kooperatif, taat hukum, tanggung jawab sosial yg

tinggi, religius.  (civil society/masy. madani)

Masyarakat yg dicita-citakan (imagined community)

menurut Benedict Anderson (2002) sebagai suatu

komitmen nasional : masyarakat yg demokratis dan

berkeadilan

Kelemahan & kekuatannya
terletak pada  ..

1.SDM, yaitu manusia Indonesia yang berkualitas dan  dapat mengambil keputusan yang tepat
2.Institusi sosial yang dapat mempersiapkan manusia yang berkualitas dan yang diinginkan

Akhirnya…

Siapkah generasi muda melakukan Rekonstruksi nasionalisme ?

Siapkah menjadi pemimpin masa depan Indonesia baru ?

Jawab melalui perbuatan !

Civil Soceity

Istilah civil society pertama kali digunakan oleh filsuf Scotlandia, Adam Ferguson, untuk menunjuk masyarakat kota yang sudah berperadaban maju

Nurcholish Madjid (2001) & Arief Budiman (2001) menyebutnya sebagai Masyarakat Madani

Civility : kondisi masyarakaat yg beradab , merupakan produk dari penguatan civil society

1. Perasaan Senasib…

Sekalipun terbingkai dalam keberbedaan (wilayah, struktur kekuasaan, tata nilai dll), tetapi merasa :

Satu penderitaan karena adanya kolonialisme & imperalisme dan ingin mengusirnya

Kesetiakawanan yg masih diikat feodalisme & premordialisme

Perlawanannya bersifat kedaerahan & tradisionil

Satu keinginan untuk mendirikan satu negara yg merdeka

2. Kebangkitan Nasional 1908

Tumbuh dr kelompok pemuda yg berpendidikan  & profesional untuk mengusir penjajah

Menggunakan strategi modern & kooperatif melalui organisasi

Semakin kuatnya keinginan untuk merdeka

3. Sumpah Pemuda 1928

Komitmen satu nusa, satu bangsa, dan satu tanah air

Kristalisasi kemerdekaan semakin nampak dgn diciptakannya simbul-simbul persatuan kenegaraan (lagu Indonesia Raya, sebutan Indonesia, dll.)

Kemajemukan menjadi pengikat diri dalam pelangi keindahan

4. Proklamasi 1945

Titik puncak perjuangan bangsa Indonesia

Bentuk pengumuman kepada dunia

Negara Kesatuan Republik Indonesia : negara yang sepakat menjadikan Pancasila sebagai ideologi dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai pengikat pluralisme karena wilayah yang luas terdiri dari pulau-pulau dan keanekaragaman suku, agama, tata nilai budaya, dll.

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s