agama

Larangan Sex

Periode Kehidupan Wanita

Perimenopause

ØUsia 45-55 tahun
ØHaid tidak teratur
ØKulit mulai keriput
ØGetah vagina berkurang
ØSanggama kering, sakit, tidak menyenangkan
ØSemburan rasa panas di wajah, leher dan dada
ØPsikologis: Cemas, gelisah, sepi, merasa terasing, takut tanpa sebab, susah tidur, mudah lelah, berdebar-debar. Cemburu, mudah tersinggung, curiga pada suami dll.

Manfaat Tambahan :
Mencegah Osteophorosis

Dengan Pil Kontrasepsi (Yasmin)

Dengan Pil terapi sulih hormon (Angeliq)

Pascamenopause

oTidak haid sama sekali
oUsia: > 50/55 tahun
oKeluhan psikis: mengurang
oKulit: keriput
oPayudara: keriput, kendor
oTulang: keropos (mudah patah, osteoporosis)
oKelainan pembuluh darah: meningkat
oSanggama: gairah menurun, kering dan sakit

Gangguan fungsi seks

Vagina kering

Hub. Seks sakit

Lendir sedikit

Nafsu sek turun

Rosulullah saw bersabda :

Janganlah engkau senggamai istrimu  kecuali setelah ia bersyahwat seperti yang engkau rasakan, supaya engkau tidak selesai terlebih dahulu sebelum istrimu.” Saya katakan,” Apakah hal itu berlaku untuk untukku? “ Beliau menjawab, “ ya engkau  harus terlebih dahulu  menciumnya, memegang-megangnya, dan meraba- rabanya. Jika engkau lihat ia telah bergairah seperti yang kau rasakan, maka senggamailah ia.

Abu Ya’la berkata :

Jika salah seorang di antara kalian mendatangi istrinya, maka janganlah ia terburu-buru melepas  sebagaimana yang dilakukan ayam. Tetapi hendaklah ia tetap berada di atas …

ABORSI
dalam PANDANGAN AGAMA
STIKES YOGYAKARTA
DEFINISI

Mengakhiri kehamilan sebelum janin menjadi makhluk hidup atau sebelum janin hidup, dan sempurna perkembangannya dan kemungkinan besar dia dapat hidup di luar rahim. Biasanya dilakukan pada janin sebelum berumur 28 minggu.

ALASAN MELAKUKAN ABORSI
KTD
Berhubungan janin yang dikandung
akan lahir dalam keadaan cacat
Berhubungan dengan ibu yang mengandung.
Adanya infeksi
Membahayakan nyawa ibu
MACAM ABORSI
Provokatus (disengaja)
Bersifat terapeutik (medis)
Kriminal
Spontamen (tidak disengaja)
Adanya kelainan pada janinKondisi rahim tidak memungkinkan
Adanya infeksi virus dan akibat pemakaian obat-obatan yang berlebihan. dll
KAIDAH HUKUM
—إِرْتِكَبُ أَخَفِّ الضَّرَرَيْنِ وَاَهْوَنُ الشَّرَيْنِ
Melaksanakan darurat yang lebih ringan dari dua darurat dan lebih ringan dampak negatifnya
—إِذَا تَعَارَضَ مَفْسَدَتَانِ رُوْعِيَ اَعْظَمُهُمَا ضَرَرًا بِارْتِكَابِ اَخَفِّهِمَا
Apabila ada dua bahaya (resiko) yang berlawanan, maka harus dipelihara yang lebih berat mudharatnya dengan melaksanakan yang lebih ringan mudharatnya.
PERKEMBANGAN
JANIN
Lanjutan….

Apabila nutfah telah melalui masa 42 malam, Allah akan menciptakan pendengaran, penglihatan, kulit, daging, dan tulang-belulang…. (HR. Muslim)

HUKUM ABORSI
HARAM. Madzhab Hanafiyah mengharamkan aborsi pada setiap tahap perkembangan janin
BOLEH.
Makruh pada tahap nutfah dan haram pada tahap ‘alaqah dan mudghah, menurut Madzhab Malikiyah dan Syafi’iyah.
Dibolehkan pada tahap nutfah dan haram pada tahap ‘alaqah dan mudghah.Boleh pada tahap nutfah dan ‘alaqah dan haram pada tahap mudghah.
HUKUMAN BAGI PELAKU ABORSI
Semua madzhab sepakat bahwa pembunuhan janin adalah kejahatan
Fatwa MUI menyatakan bahwa HARAM bagi semua pihak untuk melakukan, membantu, atau mengizinkan aborsi setelah peniupan ruh pada janin.
ABORSI DALAM KEADAAN DARURAT

Dibolehkan jika ada hal-hal yang memaksanya. Hal ini harus ada rekomendasi dari seorang yang ahli dalam dalam bidangnya (dokter spesialis) karena beberapa alasan, misalnya: Membahayakan nyawa ibu . Bahkan jika demikian maka aborsi hukumnya bisa menjadi wajib.

OPERASI PLASTIK
STIKES YOGYAKARTA
DEFINISI
Operasi plastik atau dikenal dengan “Plastic Surgery” (ing) atau dalam bahasa arab “Jirahah Tajmil” adalah bedah/operasi yang dilakukan untuk mempercantik atau memperbaiki satu bagian didalam anggota badan, baik yang nampak atau tidak, dengan cara ditambah, dikurangi atau dibuang, bertujuan untuk memperbaiki fungsi dan estetika (seni) Tubuh.
DALIL YANG MEMBOLEHKAN
Rasulullah pernah mengirim dokter ke Ubayy bin Ka’ab (maka dokter mengoperasinya) memotong urat kemudian mencosnya. (HR, Muslim, Abu Dawud, Ahmad dan Ibnu Majah)
Dari Abu Darda’, ia berkata, Rasulullah SAW telah bersabda: Sesungguhnya Allah menurunkan penyakit  dan obat , dan tiap-tiap penyakit ada obatnya, maka berobatlah kamu, tetapi janganlah kamu berobat dengan yang haram.”
Macam Operasi Plastik
Pada bagian tubuh yang tampak karena mengalami gangguan fungsional, baik karena bawaan lahir maupun karena kecelakaan. Misalnya, bibir sumbing, lubang hidung sangat kecil, dll. Operasi KONSTRUKSI
Pada bagian tubuh yang tidak mengalami gangguan fungsional, hanya bentuknya kurang sempurna atau ingin diperindah. Misalnya, hidung pesek ingin mancung. Operasi ESTETIKA
OPERASI KONSTRUKSI
BOLEH,  dengan alasan:
•Bahan yang digunakan berasal dari badan orang itu sendiri atau orang lain dengan ketentuan yang benar menurut agama.
•Adanya keyakinan dari pihak yang melakukan (dokter) bahwa operasinya akan berhasil. Contoh, Operasi wajah di surabaya.
Lanjutan
Untuk mengejar kemashlahatan (kebaikan) yang lebih besar, jika orang yang melakukan operasi tersebut mempunyai kedudukan yang tinggi (pejabat). Jika cacatnya tidak dioperasi, maka dia akan mender sehingga tidak dapat menyelesaikan tugas-tugasnya untuk kepentingan umum.
Lanjutan
Pada operasi konstruksi ini dianalogikan sebagai bentuk pengobatan atau untuk mengembalikan fungsi organ atau jaringan tubuh yang rusak akibat kecelakaan atau cacat bawaan.
Hal semacam ini pernah terjadi pada masa Rasulullah dimana ada seorang sahabat yang bernama ‘Arfajah bin As’ad yang menggunakan hidung palsu dan Rasulullah tidak melarangnya.
OPERASI ESTETIKA
DILARANG, dengan alasan:

Dan Aku benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan menyuruh mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak), lalu mereka benar-benar memotongnya, dan akan Aku suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka meubahnya[352]”. barangsiapa yang menjadikan syaitan menjadi pelindung selain Allah, Maka Sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata. (QS. An-Nisa’ 119)

LanjuTan
Larangan merubah ciptaan Allah begitu pula orang yang membantu melakukannya.
Aku pernah mendengar Rasulullah SAW mengutuk wanita-wanita yang mencukur alisnya, wanita yang meminta merenggangkan girinya, wanita yang membuat tato adalah wanita-wanita yang merubah ciptaan Allah (HR. Bukhori dan Muslim)
Lanjutan
Pada operasi estetika, dianggap bukan termasuk darurat. Padahal alasan yang paling dominan perubahan status hukum karena unsur darurat. Sementara pada operasi jenis ini yang lebih dominan adalah pada unsur merubah ciptaan Allah. Sehingga juga tergolong orang yang tidak mensyukuri nikmat Allah.
Ada efek samping yang membahayakan.

PANDANGAN AGAMA
TENTANG KB

STIKES YOGYAKARTA

Siapa yang ber-KB

Perempuan

Laki-laki

Pendapat ulama tentang KB

Menerima KB

Menolak KB

Tergantung kepada ‘illat (alasan) hukumnya, sehingga pada suatu saat bisa menerima dan menolak KB

Macam-macam Alat KB

Kontrasepsi Alamiah

Kontrasepsi Mekanik

Kontrasepsi Hormonal

Kontrasepsi Mantap

Kontrasepsi Alamiah

Menyusui

Sistem Kalender

Coitus interruptus (senggama terputus)

 

Kontrasepsi Mekanik

Kotrasepsi Hormonal

Kontrasepsi Mantab

Kontrasepsi dilihat dari waktunya

Sementara

Permanen

Mengapa Hukum KB Berubah-ubah

تَغُيُّرُ اْلاَحْكَامِ بِتَغُيُّرُ اْلاَزْمِنَةِ وَاْلاَمْكِنَةِ وَاْلاَحْوَالِ

Hukum itu bisa berubah sesuai dengan perubahan zaman, tempat dan keadaan.

اَلاَصْلُ فِي اْلاَاشْيَاءِ وَاْلاَفْعَالِ اْلاِبَاحَةُ حَتَّى يَدُلُّ الدَّالِيْلُ عَلَى تَحْرِيْمُهَا

Pada dasarnya segala sesuatu dan perbuatan adalah mubah (boleh) kecuali ada dalil yang menunjukkan keharamannya.

Kontrasepsi Boleh

Memberikan kesempatan kepada wanita beristirahat di antara kehamilan.

Jika salah satu atau keduanya dari pasangan suami istri memiliki penyakit yang dapat menular.

Untuk melindungi kesehatan ibu.

Jika keuangan suami tidak cukup untuk membiayai lebih banyak anak

Imam Ghazali menambah untuk menjaga kecantikan ibu.

Kontrasepsi Tidak Boleh

Sama dengan pembunuhan bayi

Tindakan tidak wajar yang bertentangan dengan fitrah manusia.

Mengindikasikan akan ketidakyakinan akan perintah dan keyakinan Tuhan.

Mengabaikan keinginan/do’a Nabi agar banyak anak

Membawa petaka konsekwensi sosial

Merupakan jenis konspirasi Barat terhadap negara berkembang

 

 

 

TRANSPLANTASI DALA M PANDANGAN ISLAM

 

 

 

Di Susun Oleh :

1.TUTIK MUJAYANAH

Prodi :S1.Keperawatan

STIKES YOGYAKARTA

Pengertian??

Transplantasi adalah tindakan medik yang sangat bermanfaat bagi pasien dengan ganguan fungsi organ tubuh yang berat dengan melakukan pengambilan organ hidup maupun yang sudah mati dari organ orang lain dan memindahkan kepada orang yang menginginkan dilakukan perbaikan fungsi tubuh.

Jenis-jenis Transplantasi

1.Transplantasi Autologus
2.Transplantasi Alogenik
3.Transplantasi Singenik
4.Transplantasi Xenograft
5.Transplantasi Autologus

Adalah perpindahan dari satu tempat ketempat lain dalam tubuh itu sendiri,yang dikumpulkan sebelum pemberian kemoterapi,

2. Transplantasi Alogenik

Adalah perpindahan dari satu tubuh ketubuh lain yang sama spesiesnya,baik dengan hubungan keluarga atau tanpa hubungan keluarga,

3. Transplantasi Singenik

Adalah  perpindahan dari satu tubuh ketubuh lain yang identik,misalnya pada gambar identik,

4. Transplantasi Xenograft

Adalah perpindahan dari satu tubuh ketubuh lain yang tidak sama spesiesnya.

Transplantasi dari segi hukum

Dari segi hukum ,transplantasi organ,jaringan dan sel tubuh dipandang sebagai suatu hal yang mulia dalam upaya menyehatkan dan mensejahterakan manusia,walaupun ini adalah suatu perbuatan yang melawan hukum pdana yaitu tindak pidana penganiayaan.tetapi mendapat pengecualian hukuman,maka perbuatan tersebut tidak lagi diancam pidana,dan dapat dibenarkan.

Aspek Etik Transplantasi

Transplantasi merupakan upaya terakhir untuk menolong seorang pasien dengan kegagalan fungsi salah satu organ tubuhnya.dari segi etik kedokteran tindakan ini wajib dilakukan jika ada indikasi,berlandaskan dalam KODEKI,yaitu:
Pasal 2.
Seorang dokter harus senantiasa melakukan profesinya menurut ukuran tertinggi.
Pasal 10.
Setiap dokter harus senantiasa mengingat dan kewajibannya melindungi hidup insani.
Pasal-pasal tentang transplantasi dalam PP No. 18 tahun 1981,pada hakekatnya telah mencakup aspek etik,mengenai larangan memperjual belikan alat atu jaringan tubuh untuk tujuan transplantasi atau meminta kompensasi material.

Transplantasi menurut Islam

Yang dimaksud dengan transplantasi organ di sini adalah pemindahan organ tubuh dari satu manusia kepada manusia lain, seperti pemindahan tangan, ginjal, dan jantung. Trans­plantasi merupakan pemindahan sebuah organ atau lebih dari seorang manusia –pada saat dia hidup, atau setelah mati– kepada manusia lain. Hukum transplantasi organ adalah sebagai berikut :

Hukum transplantasi organ Hidup

Syara’ membolehkan seseorang pada saat hidupnya –dengan sukarela tanpa ada paksaan siapa pun– untuk meny­umbangkan sebuah organ tubuhnya atau lebih kepada orang lain yang membutuhkan organ yang disumbangkan itu, seperti tangan atau ginjal. Ketentuan itu dikarenakan adanya hak bagi seseorang –yang tangannya terpotong, atau tercongkel matanya akibat perbuatan orang lain– untuk mengambil diyat (tebusan), atau memaafkan orang lain yang telah memotong tangannya atau mencongkel matanya. Memaafkan pemotongan tangan atau pencongkelan mata, hakekatnya adalah tindakan menyumbangkan diyat.

 

Hal ini dikarenakan penyumbangan organ-organ tersebut akan mengakibatkan kematian pihak penyumbang, yang berarti dia telah membunuh dirinya sendiri. Padahal seseorang tidak dibolehkan membunuh dirinya sendiri atau meminta dengan sukarela kepada orang lain untuk membunuh dirinya. Allah SWT berfirman :Dan janganlah kalian membunuh diri-diri kalian.” (QS. An Nisaa’ : 29)

Hukum Transplantasi Meninggal

Hukum tranplanstasi organ dari seseorang yang telah mati berbeda dengan hukum transplantasi organ dari seseorang yang masih hidup. Untuk mendapatkan kejelasan hukum trasnplantasi organ dari donor yang sudah meninggal ini, terlebih dahulu harus diketahui hukum pemilikan tubuh mayat, hukum kehormatan mayat, dan hukum keadaan darurat

 

Pandangan yang menentang pencangkokan organ diajukan atas dasar setidaknya tiga alasan:

1.Kesucian hidup/tubuh manusia : setiap bentuk agresi terhadap tubuh manusia dilarang, karena ada beberapa perintah yang jelas mengenai ini dalam Al-Qur’an. Dalam kaitan ini ada satu hadis (ucapan) Nabi Muhammad yang terkenal yang sering dikutip untuk menunjukkan dilarangnya manipulasi atas tubuh manusia, meskipun sudah menjadi mayat: “Mematahkan tulang mayat seseorang adalah sama berdosa dan melanggarnya dengan mematahkan tulang orang itu ketika ia masih hidup.”

2.Tubuh manusia adalah amanah : hidup, diri, dan tubuh manusia pada dasarnya adalah bukan miliknya sendiri, tapi pinjaman dari Tuhan dengan syarat untuk dijaga, karena itu manusia tak memiliki hak mendonorkannya pada orang lain.

3.Tubuh tak boleh diperlakukan sebagai benda material semata: pencangkokan dilakukan dengan mengerat organ tubuh seseorang untuk dicangkokkan pada tubuh orang lain; di sini tubuh dianggap sebagai benda material semata yang bagian-bagiannya bisa dipindah-pindah tanpa mengurangi ke-tubuh-an seseorang.

 

pandangan yang mendukung pencangkokan organ memiliki beberapa dasar, sebagai berikut :

1. Kesejahteraan publik (maslahah) : pada dasarnya manipulasi organ memang tak diperkenankan, meski demikian ada beberapa pertimbangan lain yang bisa mengalahkan larangan itu, yaitu potensinya untuk menyelamatkan hidup manusia, yang mendapat bobot amat tinggi dalam hukum Islam. Dengan alasan ini pun, ada beberapa kualifikasi yang mesti diperhatikan: Pencangkokan organ boleh dilakukan jika tak ada alternatif lain untuk menyelamatkan nyawa; derajat keberhasilannya cukup tinggi ada persetujuan dari pemilik organ asli (atau ahli warisnya); penerima organ sudah tahu persis segala implikasi pencangkokan ( informed consent )

2. Altruisme : ada kewajiban yang amat kuat bagi Muslim untuk membantu manusia lain, khususnya sesama Muslim; pendonoran organ secara sukarela merupakan bentuk altruisme yang amat tinggi (tentu ini dengan anggapan bahwa si donor tak menerima uang untuk tindakannya), dan karenanya dianjurkan. Sekali lagi, untuk ini pun ada beberapa syarat:

 Ada persetujuan dari donor;
 Nyawa donor tak terancam dengan pengambilan organ dari tubuhnya;
Pencangkokan yang akan dilakukan berpeluang berhasil amat tinggi.
organ tak diperoleh melalui transaksi jual-beli,

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s